Kemarin, esok dan hari ini..,
Filed Under (Catatan Pengajian) by Bang Yusuf on 18-07-2011
Hari yang telah kita lalui, akan menjadi masa lalu dan menjadi catatan abadi pada buku harian malaikat raqib dan atid, tidak ada satupun yang terlepas dari pantauan kedua malaikat tersebut, apakah itu hal baik atau buruk yang kita lakukan, semua tercatat rapi dan lengkap dan akan diperlihatkan kepada kita di yaumil hisab nanti..,
Lalu, bagaimana islam mengajarkan kepada kita untuk menyikapi masa lalu itu..?
INTROPEKSI…, ya itulah sikap yang harus kita lakukan terhadap masa lalu, sikap tersebut akan menumbuhkan rasa mawas diri kita untuk melangkah dan mengisi hari-hari berikutnya, kalau dimasa lalu kita penuhi dengan dosa dan keburukan, maka dengan sikap mawas diri kita lebih bisa mengisi hari dengan amal baik, dalam Islam sikap tersebut dinamakan TAUBAT, tentu bukan hanya taubat dilisan saja, namun lebih dari itu adalah rasa penyesalan sepenuh hati atas keburukan dimasa lalu dan sekuat tenaga untuk tidak mengulangi keburukan dimasa yang akan datang.., “Taubatan Nasuha”
Orang yang bahagia adalah orang yang melihat dosa-dosanya sebesar gunung dan takut kalau gunung besar itu akan menimpa dirinya, dan orang yang celaka adalah orang yang melihat dosa-dosanya seperti melihat seekor lalat hinggap dihidungnya..,
Hari esok, masa yang belulm pasti kita akan hidup didalamnya, namun agama mengajarkan bagaimana kita harus menyikapi hari esok tersebut, yaitu dengan sikap TAKUT dan PENUH HARAP kepada ALLOH SWT, sikap takut kepad Alloh Swt akan melahirkan dorongan yang positif dalam diri, sehingga har-hari kita akan terisi dengan perbuatan yang manfaat baik bagi diri, lingkungan dan masyarakat luas, dan sikap penuh harap kepada Alloh SWT akan melahirkan rasa optimis mengisi hari-hari dengan hal yang positif, dan tentu saja jauh dari rasa putus asa terhadap rahmat Alloh SWT.
Nabi adam as, menjadi contoh bagi kita, atas hal yang menimpanya karena terbujuk rayuan iblis, hingga akhirnya ia dikeluarkan dari surga, namun karena sikapnya yang penuh harap atas ampunan Alloh SWT, maka ia kembali menjadi hamba Alloh SWT yang soleh.
Namun Iblis menjadi contoh bagi kita, bagaimana ia menjadi makhluk yang terhina karena sikapnya yang sombong dan putus asa atas rahmat Alloh SWT.
Dan yang ketiga adalah apa yang kita namakan hari ini, inilah hari milik kita yang dikaruniakan Alloh SWT, bila kita tidak mampu mengisinya dengan hal-hal baik, maka ia akan menjadi gudang yang kosong tanpa isi, apatah lagi bila hari ini kita isi dengan amal buruk, tentu dan pasti ia akan menjadi beban kita diakhirat kelak.
Oleh karena itu, agama Islam mengajarkan agar kita menyikap hari ini dengan cerdas mengambil setiap kesempatan dengan amal yang terbaik, karena ia akan menjadi masa lalu yang indah, dan kita belum tentu hidup di hari esok.
Hari kita adalah HARI INI, yang berisi 83.400 detik, 1.440 menit, 24 jam, Untuk menyadari harga waktu satu jam, coba tanyakan pada para pecinta yang menunggu pasangannya untuk suatu pertemuan romantis. Untuk menyadari harga waktu satu detik, coba tanyakan pada seseorang yang baru mendapat kecelakaan lalu lintas. dan untuk menyadari harga waktu satu milidetik, coba tanyakan pada seseorang yang mendapat medali olympiade, hanya karena selisih detik, dia bisa menang atau kalah dari lawannya…,
Semoga kita lebih bisa menghargai waktu dan mengisinya denga amal terbaik, insya Allah…,

