Kemarin, esok dan hari ini..,

Filed Under (Catatan Pengajian) by Bang Yusuf on 18-07-2011

Hari yang telah kita lalui, akan menjadi masa lalu dan menjadi catatan abadi pada buku harian malaikat raqib dan atid, tidak ada satupun yang terlepas dari pantauan kedua malaikat tersebut, apakah itu hal baik atau buruk yang kita lakukan, semua tercatat rapi dan lengkap dan akan diperlihatkan kepada kita di yaumil hisab nanti..,

Lalu, bagaimana islam mengajarkan kepada kita untuk menyikapi masa lalu itu..?

INTROPEKSI…, ya itulah sikap yang harus kita lakukan terhadap masa lalu, sikap tersebut akan menumbuhkan rasa mawas diri kita untuk melangkah dan mengisi hari-hari berikutnya, kalau dimasa lalu kita penuhi dengan dosa dan keburukan, maka dengan sikap mawas diri kita lebih bisa mengisi hari dengan amal baik, dalam Islam sikap tersebut dinamakan TAUBAT, tentu bukan hanya taubat dilisan saja, namun lebih dari itu adalah rasa penyesalan sepenuh hati atas keburukan dimasa lalu dan sekuat tenaga untuk tidak mengulangi keburukan dimasa yang akan datang.., “Taubatan Nasuha”

Orang yang bahagia adalah orang yang melihat dosa-dosanya sebesar gunung dan takut kalau gunung besar itu akan menimpa dirinya, dan orang yang celaka adalah orang yang melihat dosa-dosanya seperti melihat seekor lalat hinggap dihidungnya..,

Hari esok, masa yang belulm pasti kita akan hidup didalamnya, namun agama mengajarkan bagaimana kita harus menyikapi hari esok tersebut, yaitu dengan sikap TAKUT dan PENUH HARAP kepada ALLOH SWT,  sikap takut kepad Alloh Swt akan melahirkan dorongan yang positif dalam diri, sehingga har-hari kita akan terisi dengan perbuatan yang manfaat baik bagi diri, lingkungan dan masyarakat luas, dan sikap penuh harap kepada Alloh SWT akan melahirkan rasa optimis mengisi hari-hari dengan hal yang positif, dan tentu saja jauh dari rasa putus asa terhadap rahmat Alloh SWT.

Nabi adam as, menjadi contoh bagi kita, atas hal yang menimpanya karena terbujuk rayuan iblis, hingga akhirnya ia dikeluarkan dari surga, namun karena sikapnya yang penuh harap atas ampunan Alloh SWT, maka ia kembali menjadi hamba Alloh SWT yang soleh.

Namun Iblis menjadi contoh bagi kita, bagaimana ia menjadi makhluk yang terhina karena sikapnya yang sombong dan putus asa atas rahmat Alloh SWT.

Dan yang ketiga adalah apa yang kita namakan hari ini, inilah hari milik kita yang dikaruniakan Alloh SWT, bila kita tidak mampu mengisinya dengan hal-hal baik, maka ia akan menjadi gudang yang kosong tanpa isi, apatah lagi bila hari ini kita isi dengan amal buruk, tentu dan pasti ia akan menjadi beban kita diakhirat kelak.

Oleh karena itu, agama Islam mengajarkan agar kita menyikap hari ini dengan cerdas mengambil setiap kesempatan dengan amal yang terbaik, karena ia akan menjadi masa lalu yang indah, dan kita belum tentu hidup di hari esok.

Hari kita adalah HARI INI, yang berisi 83.400 detik, 1.440 menit, 24 jam, Untuk menyadari harga waktu satu jam, coba tanyakan pada para pecinta yang menunggu pasangannya untuk suatu pertemuan romantis. Untuk menyadari harga waktu satu detik, coba tanyakan pada seseorang yang baru mendapat kecelakaan lalu lintas. dan untuk menyadari harga waktu satu milidetik, coba tanyakan pada seseorang yang mendapat medali olympiade, hanya karena selisih detik, dia bisa menang atau kalah dari lawannya…,

Semoga kita lebih bisa menghargai waktu dan mengisinya denga amal terbaik, insya Allah…,

“2 juta tak didapat, 12 juta mesti keluar”

Filed Under (Tak Berkategori) by Bang Yusuf on 14-06-2011

Hari sabtu sore, selepas maghrib, bapak berusia 40 tahun yang bekerja sebagai kuli bangunan, berangkat menuju kantor didaerah tanjung priok Jakarta Utara, tujuannya ingin ambil gaji, besarnya Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah). Setelah tiba di tujuan dan sudah menunggu sangat lama, gaji belum juga didapat, dan akhirnya si BOS menginformasikan bahwa gaji akan diserahkan hari senin siang…, “apakah aku harus pulang tanpa bawa uang” begitu gumamnya dalam hati…, dengan perasaan pasrah dan rasa kantuk yang sangat, akhirnya dia memutuskan untuk pulang.

Namun, tak disangka dan diduga, jam 05:00 ba’da shubuh, sang istri mendapat kabar dari rumah sakit, bahwa sang suami mengalami kecelakaan, tiga jari kakinya patah dan harus dilakukan operasi, mendengar kabar tersebut, sang istri langsung menuju ke rumah sakit, tentunya dengan perasaan kaget, sedih dan bingung.

Setibanya di rumah sakit, dia langsung menemui dokter jaga, dan mendapat informasi dari dokter tersebut bahwa biaya yang harus disiapkan untuk operasi sebesar Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah)…,

Peristiwa ini mengandung pelajaran yang berharga buat saya, anda, dan kita semua, antara lain:

- Setiap kita adalah makhluk yang lemah, tiada daya dan kekuatan yang mampu menandingi kekuatan Allah SWT.

- Kita harus senantiasa berdoa untuk kebaikan keluarga, dan orang yang kita kenal dan sayangi

- Istri senantiasa mendoakan suami yang sedang mencari nafkah untuk keluarga

- Tetap berhati-hati dalam berkendara, jika kondisi lelah dan mengantuk harus istirahat sejenak

- Jangan pernah menahan atau melalaikan hak orang lain

Semoga cerita singkat ini bisa bermanfaat, dan kita senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dari segala musibah, amin ya mujiibassa’iliin…,\"\"

Bekal Dai

Filed Under (Tak Berkategori) by Bang Yusuf on 21-06-2010

TSAQAFAH DA’IYAH (Kelengkapan Pengetahuan Da’i)

Oleh: Abdullah Nashih Ulwan

Persiapan yang harus dimiliki oleh para dai antara lain sbb:

  1. Tsaqafah Islamiyah, pengetahuan yang berhubungan dengan Al-Qur’an, Tafsir, Sunnah Nabawiyah, Sirah Nabawiyah, Tauhid (Akidah), Fikih dan Ushul Fikih, Ilmu Tarbiyah dan Akhlak, Sistem Islam (Nizham).

  2. Tsaqafah Tarikhiyah, penngetahuan yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa sejarah, memahami makna suatu peristiwa secara jernih untuk dijadikan ibrah dan pelajaran yang hidup (kisah perilaku para penguasa, jihad para nabi, dan orang-orang saleh, kemenangan orang mukmin dalam membela agama Allah).

  3. Tsaqafah Lughawiyah Wal-Adabiyah, pengetahuan yang berkaitan dengan bahasa arab.

  4. Tsaqafah Insaniyah, pengetahuan yang berkaitan dengan perilaku manusia, individual, sosial dan sebagai hamba Allah.

  5. Tsaqafah Ilmiyah, pengetahuan yang berkaitan dengan metode keilmuan dalam pandangan islam, seperti pengkajian ilmiah, cara memperoleh ilmu pengetahuan, obyek pengetahuan, dan tujuan memperoleh ilmu pengetahuan.

  6. Tsaqafah Waaqiiyah, pengetahuan yang berkaitan dengan masalah kekinian umat islam maupun umat manusia keseluruhan nasioanl dan internasional.

TELADAN DA’WAH PARA RASUL

  1. Nabi Nuh as, berdakwah selama 950 tahun, siang-malam, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, seluruh umurnya dihabiskan untuk mengajak umatnya menyembah kepada Allah swt.
  2. Nabi Ibrahim as,Nabi Ibrahim as. tahu bahwa berhala bukan hanya batu atau kayu yang dipahat menjadi suatu bentuk dan disembah-sembah.  Kekuasaan, kehormatan, ego pribadi dan uang pun bisa menjadi berhala.
  3. Nabi Yusuf as, Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. (Yusuf : 56)
  4. Nabi Musa as, Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.”

    Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (As-Sua’ra 61-62)

  5. Nabi Muhammad Saw, “Sesungguhnya bagi kamu semua pada diri Rasulullah itu merupakan contoh tauladan yang baik”
    ( surah al-Ahzab : 21 )

Dunia kian sadar atas sikapmu wahai ZIONIS….,

Filed Under (Tak Berkategori) by Bang Yusuf on 01-06-2010

Senin, 31 Mei 2010, Israel kembali melakukan kejahatan kemanusiaan, kali ini yang mereka bunuh bukanlah rakyat Palestina di Gaza, yang sudah mereka blokade tiga tahun silam, namun yang mereka serang dengan brutal adalah kapal kemanusiaan yang berisi orang-orang yang masih berhati nurani dengan misi membawa bantuan untuk saudara-saudara mereka di Gaza-Palestina.

Kejahatan kemanusiaan ini memang bukan yang pertama kali yang mereka lakukan, masyarakat dunia sudah sering dipertontonkan atas aksi-aksi mereka seperti mengebom rumah sakit, sekolah, dan apa saja yang mereka anggap harus di hancur leburkan.

Kini dunia kembali mengecam, mengutuk, dan semakin kian sadar bahwa israel adalah memang kumpulan orang-orang biadab dan tak berperikemanuasiaan, hati nurani mereka telah mati dan keras seperti batu. Tangan mereka sudah banyak menumpahkan darah, nabi dan rasul yang diutus kepada merekapun tidak luput dari kebiadaban dan kesombongan mereka. Dan tempat kembali mereka yang layak adalah NERAKA JAHANNAM, mereka kekal didalamnya, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Kita hanya bisa berdoa, semoga saudara-saudara kita di Gaza-Palestina tetap sabar dan teguh dalam membela hak mereka, dan untuk para sahabat dalam misi kemanusiaan yang kini masih di tahan, bisa selamat dan cepat kembali bertemu keluarga, amin

Titip Rindu Untuk Ayah dan Umi….,

Filed Under (Pendidikan Anak) by Bang Yusuf on 26-05-2010

oh ayah dan umi, aku rindu dengan semua kenangan bersama kalian waktu kecil dulu….

setiap hari ayah mengantarku pergi mengaji dengan ayunan sepeda tua..

dan umi yang setiap pagi menyiapkan sarapan utk kami…

ketika aku sdh bisa naik sepeda, ayah membelikan aku sepeda baru

umi pun membelikan aku al-quran, krn aku sdh tamat baca Iqra

wah, betapa senangnya hatiku saat itu, dan aku jadi tambah rajin pergi mengaji

tapi, maafkan aku ayah dan umi, saat itu aku lupa utk mengucapkan terima kasih pada kalian….

oh ayah, tubuh mu yang dulu kekar dan tegap, kini telah mulai kurus dimakan usia…

tapi ayah, senyum mu msh sama spt dulu dan semangat mu tidak pernah layu…

duhai umi, wajahmu yg dulu cantik dan anggun, kini mulai agak keriput …

tapi umi, dirimu tetap seperti dulu, lembut dan penuh kasih sayang tak perñah usang…

oh ayah dan umi, semua kebahagian, pengorbanan, pikiran, dan perhatian, telah kalian berikan padaku, dudukmu, jalanmu, tidurmu, bahkan mimpimu hanya utk kebahagiaan anakmu, maafkan aku yang belum bisa membalas budi jasamu, hanya cinta, sayang dan doa yang bisa aku persembahkan pada kalian..

aku selalu berdoa dan berharap..
semoga aku bisa membahagiakan kalian …

oh ayah dan umi,  semoga kebahagiaan selalu bersama kalian didunia dan akhirat, Amin…

Ya Allah Ya Robbi..

Terimalah doaku ini..
Sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami diwaktu kecil

Aminn..Aminn..Ya Robbal Alamin..


Anakmu,

Muhammad Yusuf

Teringat masa itu…,

Filed Under (Kisah) by Bang Yusuf on 15-05-2010

15 tahun lalu, saat itu Ali Topan masih duduk di kelas 2 SMP, niatnya untuk masuk pesantren tak kesampaian karena terbentur biaya, maklum ayah Ali Topan adalah seorang tukang ojek motor, penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, bahkan untuk biaya sekolah sang ayah harus kerja serabutan, kerja apa saja yang penting halal, maka terkadang jika ada yang mau beli motor, maka orang akan datang menghubungi ayah Ali Topan, istilah kerennya calo motor, sang ibu juga tidak kalah semangatnya untuk membantu suami mencari tambahan nafkah, beliau membuat kue-kue untuk dititip di warung sekitar lingkungan rumahnya, namun terkadang hasil penjualannya hanya cukup untuk biaya bahan baku kue esok harinya, hikmahnya setiap pagi anak-anaknya tidak perlu beli sarapan lagi.

Di sekolah Ali Topan dikenal anak yang berprestasi, rupanya kemiskinan tidak membuatnya patah semangat untuk menimba ilmu, walaupun ketika saat ujian semester dia tidak diperbolehkan masuk kelas, karena masih menunggak iuran SPP, namun atas izin kepala sekolah akhirnya dia diperbolehkan ikut ujian, dengan syarat orangtuanya harus melapor keesokan harinya. Dari kegigihannya dalam belajar, Ali Topan masuk peringkat pertama disetiap semesternya, tidak hanya itu, dia juga cukup giat mengikuti kegiatan organisasi yang ada di sekolah, hampir disetiap upacara bendera, baik itu yang dilakukan rutin setiap hari senin ataupun upacara hari-hari besar nasional dia selalu ditunjuk sebagai komandan upacara.

Pernah suatu saat, Ali Topan ditunjuk sebagai perwakilan sekolah dalam acara festival hari pendidikan nasional, dia mengikuti lomba pidato tingkat nasional. Saat berangkat, dia hanya seorang diri, tidak satupun pihak sekolah yang menemaninya, dia berangkat menumpang bus yang ada di sekolah lain, lokasi acaranya di pemondokan haji Pondok Gede. Tiba di tempat dia langsung mendaftar ulang dan mendapat nomor urut peserta, setelah satu persatu perserta mendapat giliran tampil, namun mungkin memang sudah takdirnya, Ali Topan tampil sebagai peserta terakhir, dia hanya ditemani oleh tiga orang juri karena semua peserta sudah meninggalkan ruangan.

Setelah selesai tampil, Ali Topan keluar ruangan dan mencari-cari informasi, rupanya pengumuman seluruh pemenang akan dilakukan sekitar pukul 05.00 sore, akhirnya dia memutuskan untuk menuju bus yang tadi ditumpanginya, kaget dan bingung serta cemas muncul dari raut mukanya, dia tidak menemukan bus itu, dan mendapat informasi bahwa bus itu sudah pulang beserta rombongan 2 jam yang lalu, dia bingung harus pulang naik apa, karena tidak ada sepeserpun uang padanya, pihak sekolah memang tidak memberinya bekal, dan setiap berangkat sekolahpun dia memang tidak pernah dibekali uang jajan oleh orangtuanya, dia malu untuk minta pada ayah dan ibunya, karena dia tahu orangtuanya memang tidak punya uang, dalam kecemasan dan kebingungannya dia terus mencari-cari disekitar lokasi, mungkin ada bus yang bisa ditumpangi, akhirnya dia menemukan bus lain yang sedang siap-siap pulang, dia bertanya arahnya kemana, alangkah bahagianya dia ternyata bus itu tujuannya searah, Alhamdulillah…., ucapnya dalam hati.

esok harinya, ketika jam pelajaran sedang berlangsung…,

“Ali, kamu diminta menghadap kepala sekolah, sekarang” ucap bu Nur Saidah, guru PPKn saya yang sangat lembut dan baik kepada anak didiknya,

“ada apa ya bu..,”

“saya kurang tahu, lebih baik kamu langsung saja ke ruangan bapak kepala sekolah ya”

“baik bu…”

tok..tok..tok…

“assalamu’alaikum…,”

“wa’alaikumussalam”

“silahkan duduk Ali”

“terima kasih pak”

“bagaimana acara lomba kemarin, maaf ya, kami tidak bisa menemani kamu…,”

“tidak apa-apa pak..”

“begini Ali, tadi ada utusan dari panitia lomba, beliau memberi selamat dan membawakan tropi untuk kamu, selamat ya Ali, kamu telah mengukir nama sekolah kita di tingkat nasional, kamu juara 1….”

“betulkah itu pak, s..s..s…saya…”

Tidak ada kata yang bisa keluar dari lisan Ali, lidahnya kaku, karena terharu dan tak kuasa menahan derasnya air mata, ia sungguh tidak menyangka atas hasil lomba pidato tingkat nasional waktu itu, dan ia memang tidak pernah membayangkan bisa menang, ia hanya berusaha tampil sebaik mungkin, itulah kebesaran Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dia memberikan balasan yang baik kepada siapa saja hambanya yang Dia kehendaki.

Jama’ah, Jam’iyah, Syarikah

Filed Under (Kiat-Kiat) by Bang Yusuf on 20-04-2010

Semalam dapat materi tentang Fiqhud da’wah, rangkumannya sebagai berikut:

Diantara tiga kata itu, mungkin yang sering kita dengar adalah kata Jama’ah. apalagi bagi kaum laki-laki, tentu sering mendengar kata itu minimal setiap hari jumat, “para jama’ah sekalian yang berbahagia”, ya itulah sapaan sang khotib saat diatas mimbar.

Jama’ah, Jam’iyah, dan Syarikah adalah tiga kata yang mengandung arti sama, namun masing-masing punya makna yang berbeda, ketiganya adalah wadah perkumpulan orang-orang yang mempunyai misi yang sama, namun ketiganya juga punya sisi yang berbeda dalam aplikasinya.

Dalam syarikah modal adalah sumber daya tariknya, dalam Jam’iyah bentuknya adalah loyalitas, namun dalam Jama’ah sumber kekuatannya adalah HATI.

Dengan keterikatan hati antara kita, yang tentunya di dasari atas persamaan ideologi, akan makin banyak agenda-agenda besar yang bisa kita selesaikan. Hati yang mampu berbaik sangka antar sesama, tidak mudah termakan isu, berita miring, ataupun informasi yang tidak jelas dari mana sumbernya. Belum lama kita melihat kejadian tragis di Tanjung Priok, miris dan sedih atas jatuhnya korban jiwa, belum lagi yang masih terbaring di rumah sakit.

Masing-masing kita sibuk dengan agenda individu maupun golongan, dan kita lupa dengan agenda besar kita sebagai muslim. Golongan satu mengaku bahwa hanya golongannya saja yang berhak masuk surga, dan mengklaim golongan diluarnya adalah ahli neraka. individu yang satu sibuk menjegal saudaranya, dirinya saja yang berhak menerima kenikmatan dunia.

Akhirnya kita lupa dengan kewajiban untuk terus memperbaiki diri, keluarga, dan umat, kita lebih memilih asyik menonton lanjutan sinetron, dan kita biarkan anak tetangga kita yang terkena narkoba.

Mari kita eratkan hubungan antara kita dengan satu kata ruhamau bainahum, semoga….!

Mau shalat Ashar, pintu Masjid masih terkunci…,

Filed Under (Kisah) by Bang Yusuf on 25-03-2010

Ketika dibangun dulu, semua orang bersemangat bekerja sama, bahu membahu untuk segera melihat megahnya bangunan ku berdiri, ada yang membawa batu kali sebagai pondasi, ada juga yang mengaduk pasir, disisi lain ada juga yang sibuk memukul palu, tak ketinggalan beberapa orang tua dan remaja juga sibuk berkeliling menarik sedekah dari donatur.

Berkat kerjasama yang kompak dan semangat yang tinggi, dalam 6 bulan aku berdiri megah ditengah-tengah perumahan yang padat penduduk, namun nasib sial menimpaku, hampir setiap pagi dan malam pintu ku terkunci rapat, hanya dibuka ketika shalat lima waktu, itupun tidak banyak jamaah yang mengunjungiku, paling-paling satu baris saja.

Ya Robb…, apa yang telah melupakan mereka untuk mengunjungiku, apakah mereka tidak mendengar suara adzan berkumandang, atau mereka lebih asyik shalat sendiri di rumah…? Bukankah dulu mereka begitu bersemangat mendirikan bangunanku…!

Namun Aku masih bisa sedikit tersenyum, jika hari jum’at tiba, barisanku penuh dengan para jamaah yang hadir, dan itu terjadi pula ketika shalat Idul Adha dan Idul Fitri. Ku mohon pada-Mu ya Robb, semoga mereka tetap hadir pada shalat lima waktu.

itulah catatan kecil dari renungan beberapa hari di Bandung, sebuah Masjid yang megah terletak ditengah-tengah padatnya penduduk, dan tepat berada di pinggir jalan raya, namun selalu terkunci dan hanya dibuka saat shalat lima waktu saja, di pintu masuk tertulis ”Maaf, pintu di buka hanya pada saat waktu shalat, karena sering terjadi kehilangan” ttd. Pengurus.

KESAN SEUSAI IKUT IBF 2010

Filed Under (Kisah) by Bang Yusuf on 15-03-2010

Usai sudah hajat besar pameran penerbit islam se Indonesia, yang di komandoi oleh IKAPI Jakarta, banyak hal dan peristiwa atau pesan yang tersirat dari ajang tersebut.

Saya sebagai peserta sekaligus pelaku dalam event itu sangat merasakan betapa gegap gempita dan serunya acara itu, mulai dari beragam buku yang dipamerkan, disain stand, temu tokoh, hingga jumlah pengunjung.

Apalagi dua hari menjelang akhir, yaitu hari sabtu dan ahad, jumlah pengunjung yang datang membludak, tumpah ruah di setiap stand, dihari itu, hampir tidak ada stand yang sepi, semua penuh sesak dengan orang, mulai dari orang dewasa hingga balita. Ada yang hanya sekedar lewat, ada juga yang belanja dalam jumlah yang besar.

Saking banyaknya pengunjung, rekan sebelah saya, hampir basah bajunya bersimbah keringat, entah karena hawa yang panas atau karena melayani antrian yang panjang para pembeli, karena hari itu dirinya dapat tugas sebagai kasir dengan beberapa rekan lainnya. Namun dengan kondisi demikian dia masih bisa tersenyum dan melayani para pembeli dengan cepat dan akurat. Rekan saya lainnya tidak kuasa menahan bersin, saya hitung bisa 4 kali dalam setiap jamnya, entah karena alergi atau memang sedang flu, tapi beliau sangat sabar dan lembut melayani para pembeli, tidak ada kata kasar keluar dari lisannya, padahal ada sih pembeli yang sangat tidak menyamankan dirinya.

Kondisi serupa juga terlihat setiap hendak shalat, mulai dari tempat wudhu yang antri oleh para jamaah sampai pada keluar masuknya jamaah dari mesjid yang disediakan, saya berbisik pada rekan saya., “akhi, banyak sekali ya jamaahnya”, “ini artinya orang sudah mulai banyak yang mengingat Allah” timpal rekan saya. Alhamdulillah….!

Ketika jam sudah tepat pukul 20.30, saya dan rekan-rekan mulai mengemas sisa buku yang akan dibawa pulang kekantor, karena ada pengumuman dari panitia izin pengeluaran barang hinggá pukul 24.00. Seiring waktu berjalan, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00.00 pagi, namun pengangkutan barang belum selesai semua, lelah, letih, lapar, haus, dan tentu saja rasa kantuk yang berat menyelimuti semua rekan saya. Dan akhirnya pukul 03.00 dinihari kami baru tiba di rumah.

Semoga dengan berakhirnya Islamic Book Fair 2010, dapat membawa manfaat bagi umat, sesuai dengan tema yang diangkat “Membangun Generasi Islami, Cerdas dan Mandiri”, amien.

Tugas Dinas ke Bandung

Filed Under (Tak Berkategori) by Bang Yusuf on 13-03-2010

Jika tidak ada halangan, insya Allah, rabu pagi saya berangkat ke “kota kembang”, meneruskan tugas teman saya yang lebih dahulu sudah tinggal di sana.

Awalnya memang muncul keraguan, antara menerima atau menolak tugas tersebut, terasa berat karena harus jauh dari keluarga, dan meninggalkan aktifitas dakwah dilingkungan saya. Setelah berkomunikasi dengan keluarga dan sahabat, akhirnya saya putuskan menerima amanah itu, Bismillah…..!

Bandung, memang tidak terlalu jauh dari Jakarta, dan kini bisa ditempuh dalm waktu tidak lebih dari 3 jam, kota ini memang banyak menyimpan sejarah, sebut saja perjanjian Asia-Afrika, Bandung lautan api, dll. Kota ini juga disebut kota “diriung gunung, artinya kota yg dikelilingi gunung-gunung, disini juga terdapat universitas terkenal ITB namanya.

Memang benar apa yang ustadz saya katakan, bayangkan tentang kebaikan dan keindahannya saja, niscaya langkahmu akan ringan, nasehat itulah yang menyemangati saya untuk berangkat ke sana.

BANDUNG….., I’M COMING…….!